UKiP Sorong Tarik Mahasiswa KKN Angkatan XII, Dorong Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat

SORONG — Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong secara resmi mengakhiri pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XII Tahun 2026 melalui kegiatan penarikan mahasiswa yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, bertempat di Saoka Papua Resort, Distrik Maladum Mes, Kota Sorong, Papua Barat Daya. KKN dilaksanakan di wilayah Kelurahan Saoka, Suprau, dan Tanjung Kasuari.
KKN Angkatan XII mengusung tema “Pangan Lestari Berbasis Pangan Lokal”, dengan subtema “Optimalisasi Potensi Pangan Lokal sebagai Pilar Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat” serta slogan “Mengolah Lokal, Menguatkan Pangan, Membangun Negeri.”
Kegiatan penarikan dihadiri mahasiswa KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, Panitia KKN, unsur pimpinan UKiP Sorong, Pemerintah Distrik Maladum Mes, pemerintah kelurahan, pimpinan jemaat, serta berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan program. Ketua Panitia KKN, Ivonne M. Leiwakabessy, S.P., M.Si., menyampaikan laporan pelaksanaan KKN. Sambutan Pemerintah Distrik Maladum Mes disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum Muh. Yusuf Nahrul, S.IP., sedangkan Rektor UKiP Sorong diwakili Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Roger Tabalessy, S.Si., M.Si.
Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa melaksanakan berbagai program fisik yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi pembuatan taman baca, pengolahan kebun percontohan, pembuatan pembatas jalan, papan larangan membuang sampah, tempat sampah dari bambu, serta pembuatan pupuk cocopeat.
Kegiatan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Mahasiswa juga mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal melalui sosialisasi dan praktik diversifikasi pangan. Sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain kroket singkong, pisang coe, nugget ikan, dan lumpia isi ubi ungu. Edukasi ini diarahkan agar masyarakat melihat pangan lokal tidak hanya sebagai sumber konsumsi, tetapi juga sebagai potensi pengembangan usaha dan ekonomi keluarga.
Kontribusi mahasiswa UKiP juga menyentuh bidang pendidikan. Mahasiswa mengajar di sekolah, memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak, mendampingi Sekolah Minggu, serta mendukung kegiatan pendidikan informal di tengah masyarakat.
Di tingkat SD, SMP, dan SMK, mahasiswa memberikan berbagai edukasi, antara lain kampanye Stop Bullying, pengenalan Digital Marketing, serta gerakan Jaga Laut untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai kebersihan dan kelestarian lingkungan laut.
Kehadiran mahasiswa juga terintegrasi dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Mereka terlibat dalam ibadah rayon, ibadah pemuda, kegiatan gerejawi, hingga pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun relasi dan kebersamaan dengan jemaat maupun masyarakat setempat.



Pelaksanaan KKN Angkatan XII menunjukkan pendekatan pengabdian yang mencakup berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Selain pengembangan pangan lokal dan potensi ekonomi, mahasiswa terlibat dalam pendidikan, pembinaan generasi muda, kepedulian lingkungan, serta kehidupan sosial-keagamaan. Laporan KKN menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa UKiP kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi di lokasi pengabdian.
Pada acara penarikan, masing-masing kelompok mahasiswa mempresentasikan kegiatan yang telah dilaksanakan. UKiP kemudian menyerahkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah distrik, pemerintah kelurahan, pimpinan jemaat, keluarga, dan berbagai pihak yang mendukung KKN. Acara ditutup dengan foto bersama dan doa serta penyerahan cendera mata kepada perwakilan Distrik Maladum Mes dan Kelurahan Saoka, serta penandatanganan Berita Acara Penarikan Mahasiswa KKN antara pihak UKiP yang diwakili Wakil Rektor III dan pihak Distrik Maladum Mes.

UKiP Sorong melalui KKN Angkatan XII menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi hadir dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat Papua.