Rektor UKiP Sorong Hadiri Rapat PGLII, Dorong Penguatan Pendidikan dan Pelayanan Gereja di Indonesia

Jakarta, 1 Juni 2026 – Rektor Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong, Sophian Andi, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pendidikan Umum PGLII, menghadiri Rapat Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang diselenggarakan pada Senin, 1 Juni 2026, di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Jakarta.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat PGLII, ketua-ketua komisi, pimpinan sinode gereja, serta perwakilan lembaga anggota PGLII. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan untuk memperkuat sinergi pelayanan gereja dan kontribusi umat Kristen dalam pembangunan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Sophian Andi menyampaikan laporan perkembangan program kerja Komisi Pendidikan Umum PGLII selama semester pertama tahun 2026. Laporan tersebut mencakup berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain diskusi strategis dengan Majelis Pendidikan Kristen (MPK), webinar pendidikan masyarakat dan pemberdayaan keluarga, serta audiensi dengan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurut Sophian Andi, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam menjalankan panggilan gereja untuk melayani masyarakat secara holistik.
“Gereja tidak hanya dipanggil untuk memberitakan Injil, tetapi juga untuk menghadirkan dampak nyata melalui pendidikan yang bermutu, inklusif, dan menjangkau masyarakat yang belum terlayani. Pendidikan nonformal dan informal menjadi salah satu peluang besar yang dapat dikembangkan oleh gereja-gereja di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan perkembangan kerja sama yang sedang dibangun antara Komisi Pendidikan Umum PGLII dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, Majelis Pendidikan Kristen (MPK), komunitas pendidikan, dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam pengembangan pendidikan nonformal.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah mendorong gereja-gereja untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pendidikan masyarakat melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), homeschooling, serta program pendidikan keluarga yang dapat menjangkau anak-anak dan masyarakat di daerah terpencil, termasuk wilayah Papua.
Sebagai Rektor Universitas Kristen Papua, Sophian Andi menegaskan bahwa pengalaman di Papua menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. Oleh karena itu, keterlibatan gereja dalam dunia pendidikan menjadi sangat strategis untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Rapat PGLII juga membahas berbagai agenda pelayanan nasional, evaluasi program kerja, serta penguatan kolaborasi antar komisi guna menjawab tantangan bangsa di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pembinaan generasi muda.
Melalui keikutsertaannya dalam rapat tersebut, Sophian Andi berharap Komisi Pendidikan Umum PGLII dapat terus menjadi wadah yang efektif dalam menghubungkan gereja, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk bersama-sama menghadirkan pendidikan yang bermutu, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani bagi seluruh masyarakat Indonesia.