PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS TEOLOGI LAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI RUMAH BELAJAR PENGHARAPAN WASIRISIN

Kabupaten Sorong – Program Pascasarjana Fakultas Teologi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Rabu, 27 Mei 2026 di Rumah Belajar Pengharapan Wasirisin, Km 24, Kabupaten Sorong. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni, dengan sasaran utama anak-anak Sekolah Minggu Rumah Belajar Jemaat Pengharapan.
Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembinaan kerohanian dan pengembangan kreativitas anak-anak. Selain berfokus pada aspek pendidikan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kasih, kepedulian, serta membangun karakter positif sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh sukacita. Sebanyak lima orang pengajar turut terlibat dalam kegiatan tersebut bersama 57 anak didik Rumah Belajar Pengharapan yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.

Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang dari pihak Rumah Belajar Pengharapan kepada seluruh tim pengabdian masyarakat. Selanjutnya dilaksanakan sambutan dari pihak kampus yang menyampaikan pentingnya peran pendidikan, pelayanan, dan perhatian kepada generasi muda sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga memberikan materi bertema “No Bullying” sebagai upaya menanamkan sikap saling mengasihi, menghargai sesama, dan membangun hubungan yang sehat antar anak. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami anak-anak sehingga peserta dapat memahami pentingnya menghindari perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin meriah dengan berbagai permainan (games) interaktif yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga melatih kerja sama, kebersamaan, dan kreativitas anak-anak. Sebagai bentuk perhatian dan kasih, kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan kepada anak-anak dan tim pengajar, yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Ketua Program Studi Magister Teologi, Dr. Thomson F. E. Elias, M.Th, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat bukan sekadar pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga merupakan bagian dari panggilan pelayanan yang harus diwujudkan secara nyata kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan teologi tidak hanya berada di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Anak-anak merupakan generasi masa depan yang perlu dibina bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara karakter dan spiritual. Materi tentang ‘No Bullying’ yang kami sampaikan diharapkan dapat menanamkan nilai kasih, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan dosen, mahasiswa, dan alumni dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia akademik dan pelayanan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga keberadaan Program Pascasarjana Fakultas Teologi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan nilai-nilai pelayanan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Program Pascasarjana Fakultas Teologi berharap pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi wujud nyata pelayanan yang membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter dan pertumbuhan rohani generasi muda.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam semangat melayani dan membangun bersama.