Workshop Pengelolaan Perikanan Ikan Puri Dorong Sinergi Ilmiah dan Praktik Berkelanjutan di Sorong


Sorong, 29 April 2026 — Dalam upaya memperkuat pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, telah diselenggarakan Workshop Pengelolaan Perikanan Ikan Puri pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Hotel Rylich Panorama Kota Sorong. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIT ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dan organisasi internasional.
Workshop ini menjadi forum strategis untuk membahas pengelolaan perikanan secara terpadu, khususnya komoditas ikan puri yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis penting di wilayah Papua Barat Daya, terutama di kawasan Raja Ampat.


Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Tanah Papua. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan FAO Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal, Rektor Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Solossa, S.Pi., MM dan Kepala Dinas Perikanan Raja Ampat.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan berbagai paparan ilmiah dan praktis. Presentasi pertama membahas pengelolaan perikanan dalam konteks NPOA-SSF, yang menyoroti kebijakan nasional untuk mendukung perikanan skala kecil yang berkelanjutan. Selanjutnya, materi mengenai peran panel ilmiah dalam pengelolaan perikanan pelagis dan demersal kecil memberikan perspektif berbasis riset dalam pengambilan kebijakan.
Puncak sesi ilmiah diisi dengan pemaparan tentang pengembangan pengelolaan bersama perikanan ikan puri di Misool Selatan, Raja Ampat, yang disampaikan oleh Stephanus V. Mandagi, Ph.D. Materi ini menyoroti praktik kolaboratif antara FAO dan UKiP dalam membangun model pengelolaan berbasis masyarakat yang adaptif dan berkelanjutan.
Setelah sesi tanya jawab dan istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Dinas terkait pentingnya langkah konkret dalam pengelolaan perikanan. Diskusi kelompok kemudian difokuskan pada penyusunan strategi pengelolaan ikan puri yang aplikatif dan kontekstual.

Sebagai hasil dari workshop ini, dilakukan penyusunan dan penandatanganan perjanjian bersama, yang menjadi komitmen awal dalam implementasi pengelolaan perikanan ikan puri secara kolaboratif di wilayah Papua Barat Daya merupakan wujud nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Kegiatan ditutup oleh perwakilan FAO, dengan harapan bahwa workshop ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi titik awal transformasi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Workshop ini menegaskan bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik lapangan merupakan kunci dalam menjaga kelestarian sumber daya laut Indonesia.