UKiP Sorong Hadirkan Dr. Livia Iskandar dalam Kuliah Umum: “Menjadi Pemimpin Mulai dari Diri Sendiri”

SORONG — Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong kembali menghadirkan ruang pembelajaran inspiratif bagi mahasiswa melalui Kuliah Umum bersama Dr. Livia Istania DF Iskandar, M.Sc., psikolog, pendiri Yayasan PULIH, dan mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia (LPSK RI) periode 2019–2024.

Kuliah umum yang berlangsung di Kampus Universitas Kristen Papua, Sorong, pada Jumat, 2 Oktober 2026, mengangkat pesan penting mengenai kepemimpinan, khususnya bagaimana mahasiswa dapat membangun kapasitas sebagai pemimpin dengan terlebih dahulu belajar memimpin diri sendiri.

Kegiatan berlangsung interaktif selama hampir dua jam. Pada awal pertemuan, sebagian mahasiswa masih terlihat malu dan ragu untuk menyampaikan pendapat. Namun seiring berlangsungnya diskusi, mahasiswa semakin terbuka, aktif bertanya, dan berani menyampaikan pandangan mereka.

Dr. Livia menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu dimulai dari jabatan atau posisi formal. Kepemimpinan dapat dimulai dari kemampuan seseorang mengenali dirinya, bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya, memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat, serta terus mengembangkan kompetensi diri.

Pesan “menjadi pemimpin mulai dari diri sendiri” menjadi salah satu poin penting yang diharapkan dapat terus diingat dan diterapkan mahasiswa UKiP dalam kehidupan akademik maupun dalam pengabdian di tengah masyarakat.

Rektor Universitas Kristen Papua, Sophian Andi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Livia atas kesediaannya berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi kepada mahasiswa UKiP.

Menurut Rektor, kehadiran narasumber dengan pengalaman panjang dalam bidang psikologi, kesehatan mental, pemberdayaan perempuan dan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pemulihan psikososial memberikan nilai tambah bagi proses pembentukan karakter mahasiswa.

“Kami sangat bersyukur Ibu Dr. Livia berkenan meluangkan waktu bersama mahasiswa UKiP. Kami berharap pesan tentang menjadi pemimpin mulai dari diri sendiri menjadi bekal bagi mahasiswa untuk bertumbuh menjadi pribadi yang berani, bertanggung jawab, memiliki kepedulian, dan mampu memberi dampak bagi masyarakat,” ujar Rektor.

Rektor menambahkan bahwa UKiP tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang mempunyai karakter, kepemimpinan, kepekaan sosial, dan keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan Papua.

Hal tersebut sejalan dengan semangat UKiP untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, dan kontekstual bagi Papua.

Dr. Livia merupakan psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia memperoleh Beasiswa Chevening untuk menempuh pendidikan Master of Science dalam bidang Psikologi Konseling di City University, London, serta Beasiswa East-West Center untuk mengikuti pendidikan doktoral bidang Kesehatan Masyarakat di University of Hawaiʻi at Mānoa, Honolulu, Amerika Serikat.

Perjalanan profesionalnya banyak bersentuhan dengan isu kekerasan berbasis gender, kesehatan mental, perlindungan perempuan dan anak, serta pemulihan psikososial.

Dr. Livia juga merupakan salah satu pendiri Yayasan PULIH, lembaga yang bergerak dalam pemulihan dan penguatan psikososial. Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam berbagai program bersama UNFPA/UNIFEM, Komnas Perempuan, serta kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua LPSK RI periode 2019–2024.

Pengalamannya tidak hanya berada di tingkat nasional. Dr. Livia telah terlibat dalam desain program, pelatihan, dan psikoedukasi bagi berbagai komunitas, termasuk masyarakat di daerah konflik dan wilayah terpencil seperti Aceh, Ambon, Papua, dan Papua Barat.

Ia juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan kepada aktivis, pekerja kemanusiaan, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, jaksa, dan tokoh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam Kuliah umum turut dihadiri sejumlah dosen UKiP, di antaranya Rosa Orpa Sapulette, S.Si., M.Pd., M.T., serta para dosen dan civitas akademika Universitas Kristen Papua lainnya.

Kehadiran Dr. Livia di UKiP juga membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi ke depan, khususnya dalam bidang penguatan kapasitas mahasiswa, kepemimpinan, kesehatan mental, pemberdayaan perempuan dan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan masyarakat Papua.

Bagi UKiP, menghadirkan praktisi dan tokoh dengan pengalaman nasional sekaligus pemahaman terhadap konteks Papua merupakan bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran akademik dengan realitas kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, UKiP berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga belajar langsung dari pengalaman para praktisi dan pemimpin yang telah bekerja di tengah masyarakat.