Rektor UKiP Sorong Hadiri Peluncuran Status Keanekaragaman Hayati Papua di Bappenas

Jakarta, 21 Juli 2026 – Rektor Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong, Sophian Andi, menghadiri kegiatan Peluncuran Status Keanekaragaman Hayati Papua, Bali–Nusa Tenggara, Jawa, dan Maluku yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di Ruang Rapat DH 1–4, Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (21/7). Kegiatan tersebut juga diikuti secara hybrid oleh berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.

Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 melalui peluncuran dokumen terbaru mengenai status keanekaragaman hayati di wilayah Papua, Bali–Nusa Tenggara, Jawa, dan Maluku. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rujukan ilmiah dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Peluncuran dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Lingkungan Hidup, perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat adat, lembaga swadaya masyarakat, mitra pembangunan internasional, serta pelaku dunia usaha.

Rektor UKiP Sorong Sophian Andi menyampaikan bahwa Papua memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. Oleh karena itu, pelestarian biodiversitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Perguruan tinggi di Papua harus menjadi mitra strategis pemerintah, bukan hanya sebagai pengguna hasil penelitian, tetapi juga sebagai penghasil ilmu pengetahuan yang berkontribusi langsung dalam konservasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat. Kampus harus hadir untuk menghubungkan ilmu pengetahuan, kearifan lokal masyarakat adat, dan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Rektor UKiP.

Ia juga menegaskan pentingnya melibatkan generasi muda Papua dalam upaya konservasi melalui pendidikan tinggi, penelitian lapangan, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, serta kolaborasi dengan pemerintah, BRIN, masyarakat adat, dan berbagai lembaga nasional maupun internasional.

Keikutsertaan UKiP Sorong dalam forum nasional ini menunjukkan komitmen universitas untuk terus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua.

Melalui partisipasi aktif dalam forum-forum strategis nasional, UKiP berharap dapat memperluas jejaring kerja sama dengan kementerian, lembaga penelitian, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan untuk mendukung pengembangan riset biodiversitas, inovasi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.