Wujudkan Pendidikan Inklusif, Prodi PAK UKiP Gelar Kunjungan dan Pengabdian di SDLB Inpres 73 Sorong

SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan berkeadilan kembali ditegaskan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Fakultas Teologi Universitas Kristen Papua (UKiP) melalui kegiatan kunjungan edukatif dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SDLB Inpres 73 Malaingkedi, Kota Sorong.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi PAK, Skivo Reiner Watak, S.Pd.K., M.Pd.K., bersama dosen pengampu mata kuliah Strategi Pembelajaran, Getwin Yoma Loupatty, S.Th., M.Pd.K. Puluhan mahasiswa Prodi PAK turut ambil bagian aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari integrasi akademik dan pelayanan nyata di tengah masyarakat.
Kunjungan ini dilaksanakan dengan dua tujuan strategis yang saling menguatkan.
Pertama, sebagai implementasi praktik Mata Kuliah Strategi Pembelajaran. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam merancang serta menerapkan metode pembelajaran agama yang adaptif bagi anak berkebutuhan khusus. Pendekatan ini menjadi ruang belajar kontekstual agar calon pendidik agama tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengelola dinamika pembelajaran inklusif secara profesional.
Kedua, sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung, dosen dan mahasiswa menghadirkan inovasi pembelajaran agama yang ramah, komunikatif, dan menghargai keberagaman kemampuan peserta didik.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi PAK menegaskan bahwa pendidikan agama Kristen tidak boleh eksklusif, melainkan harus menjangkau seluruh anak tanpa diskriminasi.
“Melalui sentuhan langsung dengan realitas di lapangan, mahasiswa calon pendidik agama tidak hanya cerdas secara teologis, tetapi juga memiliki empati dan keterampilan adaptif dalam mengajar. Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk menerima pendidikan spiritual yang berkualitas,” ungkapnya.

Suasana keakraban terlihat jelas saat mahasiswa Prodi PAK yang mengenakan kemeja seragam biru gelap membaur dengan para siswa SDLB yang mengenakan seragam olahraga biru terang. Kegiatan diisi dengan permainan edukatif, pembelajaran interaktif, pembagian bingkisan sederhana, serta sesi foto bersama para guru dan siswa di halaman sekolah.
Interaksi yang terbangun tidak hanya memberi dampak bagi siswa, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang humanis, reflektif, dan berorientasi pelayanan.
Pihak SDLB Inpres 73 Malaingkedi menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan aktif mahasiswa serta dosen UKiP. Mereka berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa di Kota Sorong dapat terus berlanjut dalam bentuk pelatihan, pendampingan, maupun pengembangan kurikulum pembelajaran agama yang inklusif.
Bagi UKiP, kegiatan ini sejalan dengan visi institusi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Kristiani yang nyata dalam pelayanan. Sebagai perguruan tinggi yang hadir di tanah Papua, UKiP berkomitmen mendukung pendidikan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, Prodi PAK menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar program, melainkan bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab sosial dalam membangun generasi Papua yang bermartabat, beriman, dan berdaya saing.