UKiP Gelar Training Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Perairan, Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah

Sorong, 26 Februari 2026 – Universitas Kristen Papua (UKiP) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan Training Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Perairan yang dilaksanakan di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para undangan antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya Bpk. Absalom Solossa, S.Pi. MM., Ibu Sarlota Mobalen Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya serta Tim Peneliti Universitas Kristen Papua Dr. Stephanus V. Mandagi selaku Ketua Tim Peneliti. Turut hadir para narasumber, peserta pelatihan, serta perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan di bidang kelautan dan perikanan.

Dalam sambutannya, Rektor UKiP Sophian Andi menegaskan bahwa UKiP melalui Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) memiliki sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, serta berpengalaman dalam riset dan pendampingan masyarakat.

Rektor UKiP menyampaikan bahwa Papua Barat Daya dianugerahi kekayaan sumber daya perairan yang luar biasa. Namun, kekayaan tersebut hanya akan berdampak jangka panjang apabila dikelola secara ilmiah, bijaksana, dan berkeadilan.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi merupakan implementasi nyata visi dan misi UKiP sebagai perguruan tinggi yang berdampak, berkarakter, dan berkontribusi bagi pembangunan Papua,” tegas Rektor.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Solossa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif UKiP dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci dalam memperkuat tata kelola sumber daya perairan di Papua Barat Daya.

“Kami menyambut baik peran aktif UKiP dalam mendukung pengelolaan dan konservasi sumber daya perairan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan dukungan riset, inovasi, dan pendampingan akademik agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” ujar Absalom Solossa.

Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas nelayan dan pelaku usaha perikanan skala kecil agar mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia di bidang pengolahan dan konservasi akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir serta menjaga ekosistem laut tetap lestari bagi generasi mendatang.

Rektor UKiP menegaskan kembali komitmen institusi untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan program konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.
Dalam beberapa tahun terakhir, UKiP telah menjalin berbagai kerja sama penelitian, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas SDM bersama pemerintah dan lembaga lainnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang komprehensif, peningkatan keterampilan teknis, serta komitmen bersama dalam menjaga sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah dapat menghasilkan langkah konkret dalam mendukung pembangunan Papua Barat Daya yang berkelanjutan, berkeadilan, dan menyejahterakan masyarakat.